Aura PH Akan Melawan Bren Esports

Aura PH Akan Melawan Bren Esports

Tim Esport – Hari ke-3 ONE Esports Invitational dimulai dimana hasil pertandingan dimenangkan oleh tim esport Aura PH atas rival MPL PH mereka, ONIC PH.

Setelah kemenangan el clasico, ONE Esports bertemu dengan Aura dalam wawancara pasca pertandingan.

Saat atlet esport ini mengalami kekalahan di game pertama, Aura PH tahu persis apa yang salah dengan permainan mereka.

“Kami tersesat di sidelanes, pada awalnya jalur tengah pada awalnya kami kuasai, tekanan jalur samping mereka membantu jalur tengah mereka saat menguasai peta.” imbuh Greed.

Ketika berbicara tentang pilihan Claude yang dipertanyakan, Bennyqt menjelaskan bahwa itu lebih ke arah percobaan baginya dan dia ingin melihat apakah dia bisa menerapkannya dengan baik ke dalam komposisi yang telah dirancang.

Meskipun game pertama diledakkan oleh ONIC PH, skuad Aura kembali dengan pukulan keras di game kedua. Dengan Rafflesia dan timnya mendapatkan W, pelatih Arcadia menjelaskan mengapa mereka menurunkan komposisi tiga inti dengan Brody, Lancelot, dan Harith.

“Ini benar-benar hanya meta baru dari cara kami melihatnya,” ucap pelatih Aura.

Dengan dua core di Hadess dan Bennyqt, Jaypee mengambil alih posisi 4 Harith sebagai pemain pendukung utama, bukan sebagai carry yang sebenarnya. Pick Harith mampu mengontrol awal hingga pertengahan game untuk memberikan cukup waktu kepada core lain untuk bertani.

Melawan pemuda ONIC Kairi dan Benedetta, Rafflesia menjelaskan bahwa mereka hanya perlu mengisolasi pemain dalam pertarungan tim. Dengan Akai, ia dapat menggunakan ultimate-nya sebagai sarana untuk membubarkan bentrokan yang ramai.

Memasuki game ketiga, Aura PH tahu bahwa mereka memenangkan seri tersebut karena draft gila mereka dari Selena, Ling, dan Natalia.

“Kami berharap ONIC PH akan melarang Selena jadi ketika dia tersedia, kami mengambil keuntungan,” kata Rafflesia.

Sementara kemenangan El Clasico memicu harapan bagi banyak penggemar Aura, skuad tidak terlalu memikirkan untuk mendorong diri mereka sendiri secara emosional.

Meski ONIC PH memiliki beberapa momen gemilang di seluruh tiga pertandingan, Aura PH selalu unggul di dua menit terakhir. Ketika ditanya tentang gaya prioritas permainan akhir ini, Rafflesia melihatnya sebagai teknik sederhana yang berhasil untuk tim.

“Timnya kuat di late game. Selama late game, ONIC PH biasanya membuat kesalahan seperti overextending dan micro-error jadi kami memanfaatkannya” ujar Rafflesia.

Aura kini melaju ke babak perempat final dimana mereka akan berhadapan dengan juara MPL PH S6, Bren Esports. Sebagai tim yang mencuri peluang Aura meraih gelar juara, Rafflesia dan timnya berusaha keras dalam pertarungan tersebut.