Bibit baru Atlet E-sports dari China

RNG Cina

Esportmania.infoFakta Tim – Atlet E-sports Cina memiliki siklus latihan yang sangat unik dan juga ketat disiplinnya. Sebagai contoh adalah salah satunya yaitu RNG dimana mereka memiliki rumah yang berfungsi sebagai markas besar untuk tim. Disini para atlet E-sports bekerja keras untuk mempersiapkan Kejuaraan Dunia League of Legend pada tahun mendatang.

Fasilitas yang mencukupi untuk para atlet E-sports di China

Ruang bawah tanah yang sangat luas di rumah ini menjadi tempat tim berlatih. Di dalam kita bisa melihat banyak peralatan game kelas atas diletakkan dalam barisan seperti workstation kantor, masing-masing tempat dipenuhi dengan barang pribadi seperti mainan mewah, penghargaan atau foto orang yang dicintai.

Saat melakukan latihan E-sports atau makan siang, para gamer RNG sama seperti anak anak muda lainnya kebanyakan. Mereka biasa melakukan candaan dan juga saling tersenyum satu sama yang lain. Akan tetapi ketika mereka duduk di depan komputer mereka, suasana akan berubah 180 derajat dimana mereka langsung serius dan fokus dalam posisi mereka.

Sang Manajer Bi Lianli yang membawahi tim E-sports ini menjabarkan jadwal harian para atlet mereka yang melelahkan. Dikatakan mereka berlatih selama 14 jam sehari, selama tujuh hari dalam seminggu. Mereka bangun jam 1 malam lalu melakukan latihan solo satu jam sebelum bergabung dalam latihan kooperatif sampai jam 5 sore.

E-sports sebagai bisnis yang besar dan menguntungkan

E-sports adalah bisnis besar di Tiongkok. Menurut statistik pemerintah, industri e-sports negara yang berkembang pesat sekarang bernilai lebih dari 100 miliar yuan atau sebesar $ 14 miliar USD. Tim-tim E-sports yang penuh dengan anak muda yang berdedikasi untuk berlatih intensif di seluruh China agar bisa masuk ke dalam kompetisi internasional, di mana ada hadiah uang yang berjumlah mencapai jutaan dolar untuk bisa diperebutkan.

Dalam beberapa hal, E-sports memang sama seperti kompetisi olahraga lainnya. Kecuali bukannya menendang bola atau memukul bola dengan raket, para atlet E-sports ini melakukan semuanya dengan menggunakan komputer.

Pada tahun 2018 sendiri, tim Gaming Invictus China memenangkan kejuaraan dunia untuk game “League of Legends”. Berhasil mengalahkan rival AS dan Eropa untuk membawa pulang hadiah yang mencapai 5 juta USD. Manajer tim E-sports Beijing RNG, manajer Bi Lianli mengatakan bahwa dia percaya Cina bisa menjadi pemimpin dunia dalam e-gaming atau e-sport.