Setelah Mobile Legends, PUBGM Kini Juga Diblokir Pemerintah India

Masyarakat India dipastikan tidak bisa lagi menikmati beberapa game dan aplikasi Smartphone buatan Tiongkok, termasuk diantaranya Mobile Legends dan PUBG Mobile. Kedua game berbasis RPG dan Battle Royale tersebut telah diblokir pihak pemerintah India.

Sebenarnya, kedua game itu hanya dua dari lebih dari 200 Aplikasi dan Game asal Tiongkok yang diblokir Pemerintah India. Sebelumnya, mereka telah memblokir TikTok, WeChat, UCBrowser dan masih banyak lagi.

Dalam sebuah keterangan resmi, Kementerian Teknologi India mengatakan bahwa pemblokiran tersebut seputar pertahanan dan keamanan negara. Keputusan ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kedaulatan ruang cyber India.

Disebutkan bahwa pemerintah melihat adanya banyak data-data masyarakat mereka yang dikirim ke server luar India, yang disinyalir adalah Tiongkok dan bersumber dari aplikasi-aplikasi dan game tersebut.

TENSI ANTARA KEDUA NEGARA SEDANG MEMANAS

Akan tetapi, menurut laporan yang diturunkan New York Times, pemblokiran tersebut dilakukan karena hubungan antara India dengan Tiongkok memang sedang memanas.

Awal mula konflik antara kedua negara berawal dari konflik di beberapa perbatasan sensitif termasuk diantaranya Himalaya pada bulan Juni lalu. Dilaporkan bahwa para tentara yang mengawal perbatasan masih mentaati aturan DeFacto.

Akan tetapi, mereka berkelahir dengan tangan kosong, menggunakan batu sampai tongkat berduri. Akibatnya ada beberapa tentara India yang akhirnya tewas.

Dengan kata lain hubungan diplomasi yang tidak kunjung membaik antara kedua negara ini bisa jadi merupakan salah satu alasan mengapa pemerintah India gencar melakukan pemblokiran terhadap aplikasi-aplikasi asal Tiongkok.

PUBGM SEBABKAN KEMATIAN SEORANG ANAK DI INDIA

Tapi apapun itu alasannya, yang jelas banyak masyarakat di India yang mendukung pemblokiran game-game buatan Tiongkok yang sedang tren, apalagi PUBG Mobile.

Terutama para orang tua yang tidak ingin melihat anak mereka terus kecanduan bermain game ponsel. Pasalnya, sudah ada kasus seorang anak yang meninggal dunia setelah dua hari non-stop bermain game PUBGM.

Ayah dari anak tersebut menganggap game tersebut telah merenggut nyawa anaknya, dia pun sangat mendukung pemblokiran ini.

“Game ini telah mengambil nyawa anakku. Pemblokiran ini akan menyelamatkan anak-anak yang lainnya.” kata Harun Rashid Qureshi.